bali major dota 2

Selain meraih ranking tinggi di DOTA 2 leaderboard, hampir semua pemain game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) ini juga pasti berkeinginan untuk ikut serta dalam kompetisi major. Misalnya seperti Bali Major DOTA 2, DPC Major pertama di Indonesia.

Kapan Bali Major Dota 2 sebenarnya sudah selesai beberapa bulan silam, lebih tepatnya pada tanggal 29 Juli 2023 hingga 7 Juli 2023. Seluruh gamers di Indonesia, khususnya yang tinggal di Bali, sangat antusias dalam menyambut kompetisi besar ini.

Peserta yang Ikut Kompetisi Major DOTA 2 di Bali

Sebagai bagian dari DOTA 2 event 2023 yang major, peserta kompetisi di Bali pada bulan Juni hingga bulan Juli 2023 silam jelas bertabur bintang. Totalnya ada 18 tim yang ikut serta dalam kompetisi kali ini, mulai dari benua Amerika, Asia, hingga Eropa.

Ada empat tim yang datang dari Eropa Barat dan China, tiga tim dari Asia Tenggara dan Eropa Timur, serta dua tim yang masing-masing datang dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Pada babak grup, sistem permainannya menggunakan round-robin.

Setelah ada pemain yang berhasil menang pada grup masing-masing, mereka akan masuk ke babak playoff eliminasi ganda. Di Bali Major DOTA 2 tahun kemarin, Gladiator Gaimin keluar sebagai juara, sedangkan Tim Cair mengekor sebagai runner up.

Apabila Anda belum tahu berapa hadiah Major DOTA 2, total hadiahnya adalah USD 500.000 atau setara dengan Rp7,8 miliar. Juara pertama akan mendapatkan USD 200.000, juara kedua USD 100.000, juara ketiga USD 75.000, dan juara empat USD 50.000.

Tidak hanya hadiah dalam bentuk uang tunai, namun pemenang kompetisi ini juga akan memenangkan Poin DPC yang akan berguna untuk memasuki kompetisi lain. Jadi, sangat wajar jika antusiasme para gamers akan kompetisi DOTA 2 ini sangat besar.

Penonton Kecewa dengan Venue Major DOTA 2 di Bali

Meskipun secara keseluruhan event Major DOTA 2 di Bali ini berjalan lancar, namun ada sedikit masalah dalam pelaksanaannya. Hal ini karena ada banyak penonton yang merasa kecewa karena venue tidak sesuai harapan, terlebih mengingat harga tiketnya yang mahal.

Sebagai informasi, harga tiket Major DOTA 2 di Bali berkisar antara Rp5,2 juta hingga Rp13 juta. Namun, penampakan panggung venue terlihat seperti panggung kondangan. Hal ini menuai kritik dari penonton sekaligus netizens karena harga tidak sesuai.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang membandingkan event ini dengan event lain yang memiliki budget dan prize pool yang lebih kecil. Bahkan, kritikan ini tak hanya berasal dari dalam negeri, namun juga dari para gamers dan juga netizens di luar negeri.

Warganet mengomentari pemilihan venue, yaitu Ayaka State yang dinilai terlalu mahal. Sehingga, budget untuk pembuatan panggung dinilai kurang. Hal ini jelas terasa memalukan, terlebih karena ini adalah major event pertama yang digelar di Indonesia.

Bukan hanya tata panggung saja yang menuai kritikan, namun juga pemilihan kursinya yang terlihat seperti kursi untuk kondangan. Untuk ukuran event sebesar Major DOTA 2, hal ini jelas kurang pantas dan harus segera diperbaiki di event yang berikutnya.

Harapannya, jika Bali Major DOTA 2 kembali digelar pada tahun 2024, pihak panitia akan lebih serius dalam memilih venue dan membangun panggung. Tidak perlu megah dan spektakuler, namun harus sesuai dengan harga tiketnya yang jelas tidak murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *